Uji Coba QRIS Lintas Negara Indonesia-China: Langkah Strategis untuk Ekonomi Digital Gresik
Uji Coba QRIS Lintas Negara Indonesia-China: Langkah Strategis untuk Ekonomi Digital Gresik
Gresik, 14 September 2025 – Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBoC) resmi meluncurkan uji coba interoperabilitas pembayaran QR lintas negara pada 11 September 2025. Inisiatif ini menghubungkan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dengan sistem pembayaran digital China seperti UnionPay dan Alipay, memungkinkan transaksi langsung dalam rupiah dan yuan tanpa konversi ke dolar AS. Bagi pelaku usaha di Gresik, terutama UMKM, langkah ini membuka peluang besar untuk memperluas pasar ke ranah internasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital lokal.
Lonjakan Transaksi Mata Uang Lokal
Data BI menunjukkan transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) antara Indonesia dan China melonjak 287% pada tujuh bulan pertama 2025, mencapai US$6,23 miliar, naik dari US$2,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sekaligus meningkatkan efisiensi dan menekan biaya transaksi.
Bagi Gresik, yang dikenal sebagai salah satu sentra industri dan perdagangan di Jawa Timur, inisiatif ini memberikan dampak positif. Pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan jasa di Gresik kini dapat menjangkau wisatawan atau mitra bisnis dari China dengan lebih mudah melalui pembayaran QRIS yang terintegrasi. Misalnya, pedagang di Pasar Gresik atau sentra kuliner lokal dapat menerima pembayaran langsung dari turis China menggunakan aplikasi seperti Alipay, tanpa hambatan konversi mata uang.
Manfaat bagi UMKM Gresik
Uji coba QRIS lintas negara ini membawa sejumlah keuntungan bagi pelaku usaha di Gresik:
- Efisiensi Biaya: Transaksi langsung dalam rupiah dan yuan mengurangi biaya konversi, memberikan margin keuntungan lebih besar bagi UMKM.
- Akses Pasar Global: Dengan lebih dari 40 juta merchant QRIS di Indonesia dan jaringan UnionPay/Alipay di China, pelaku usaha Gresik dapat menarik pelanggan internasional, terutama dari sektor pariwisata dan perdagangan.
- Digitalisasi yang Inklusif: QRIS memudahkan UMKM untuk mengadopsi pembayaran digital, meningkatkan daya saing di era ekonomi global.
Langkah Menuju Dedolarisasi
Peluncuran uji coba ini merupakan bagian dari strategi dedolarisasi yang dicanangkan BI dan PBoC. Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, Indonesia dan China berupaya menciptakan stabilitas keuangan yang lebih baik, terutama di tengah fluktuasi nilai tukar global. Bagi Gresik, yang memiliki banyak pelaku ekspor seperti produk perikanan dan petrokimia, penggunaan LCT dapat mempermudah transaksi dengan mitra China, sekaligus memperkuat posisi Gresik sebagai hub perdagangan.
Apa Selanjutnya?
Fase uji coba QRIS lintas negara ini terbatas pada merchant dan pengguna terpilih (whitelisted), dengan transaksi demonstrasi sukses dilakukan di Jakarta dan Beijing pada hari peluncuran. BI menargetkan peluncuran penuh pada akhir 2025, setelah evaluasi tahap sandbox selesai. Gresik, dengan ekosistem UMKM yang dinamis, diharapkan menjadi salah satu daerah yang memanfaatkan peluang ini secara maksimal.
Bagi pelaku usaha di Gresik yang ingin bergabung dengan ekosistem QRIS, dapat mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran (PJSP) yang tergabung dalam Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi Bank Indonesia atau kantor dinas terkait di Gresik.
Gresik Menuju Ekonomi Digital Global
Inisiatif QRIS lintas negara ini menegaskan posisi Indonesia, termasuk Gresik, sebagai pemain penting dalam ekonomi digital global. Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat dan kolaborasi lintas negara, Gresik siap menyambut era baru perdagangan dan pariwisata yang lebih inklusif dan efisien. Mari dukung UMKM Gresik untuk go global bersama QRIS!
Penulis: Tim Redaksi Gresikbaik.my.id
