Investasi Miliaran untuk Petani Gresik: Combine Harvester Harus Berbuah Sejahtera, Bukan Masalah

 


Combine Harvester untuk Gapoktan Gresik: Investasi Miliaran, Harapan Besar, dan Tantangan Transparansi

Petani di Desa RaciWetan, Kecamatan Bungah dan Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan menerima bantuan combine harvester dari Kementerian Pertanian. Mesin panen modern ini diserahkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan harapan mempercepat panen, menekan biaya, sekaligus meningkatkan produktivitas.

Dengan harga pasaran Rp 400–550 juta per unit, nilai dua unit bantuan ini bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Angka besar yang menuntut tanggung jawab serius dalam pengelolaan.

Pesan Penting dari DPRD dan Pemda

Anggota DPRD Gresik, Gus Rofiq, menekankan agar combine harvester ini dikelola profesional dan transparan.

“Jangan sampai ada masalah dalam pemasukan uang atau internal kelompok. Alat ini harus dijaga dengan baik dan menghasilkan keuntungan, tidak hanya untuk memanen padi di Desa Raci Wetan, tetapi juga melayani petani di desa lain di Kabupaten Gresik,” pesannya.

Senada, Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, menilai bantuan ini strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi petani.

“Syukur-syukur kalau Gapoktan bisa mandiri dan berkembang dari hasil penyewaan alat pertanian. Kami di Komisi II tentu mendukung penuh agar petani Gresik semakin sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putra, menambahkan bahwa kehadiran combine harvester diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di tingkat kelompok tani. Skema ini memungkinkan Gapoktan mengelola alsintan sebagai unit usaha, bukan sekadar hibah, sehingga alat tetap produktif dan terjaga keberlanjutannya.

Tantangan Ke Depan

Meski bantuan ini disambut antusias, catatan kritis tetap perlu digarisbawahi:

  1. Pendampingan teknis agar petani tidak sekadar bisa memakai, tapi juga merawat mesin.
  2. Infrastruktur pendukung seperti solar, oli, dan bengkel perawatan harus tersedia.
  3. Pengelolaan kolektif dan transparan di Gapoktan agar tidak menimbulkan konflik internal.
  4. Evaluasi dampak nyata apakah combine benar-benar meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian petani.


Kesimpulan

Combine harvester untuk Gapoktan Gresik adalah investasi besar, bukan hadiah seremonial. Jika dikelola dengan profesional, transparan, dan berbasis usaha (UPJA), alat ini bisa menjadi motor modernisasi pertanian Gresik. Sebaliknya, tanpa manajemen yang baik, mesin miliaran ini berisiko hanya jadi besi tua di gudang desa.

Petani butuh keberlanjutan, bukan sekadar janji.