Reshuffle Jilid III: Profil Para Menteri dan Wakil Menteri Baru Kabinet Prabowo
Reshuffle Jilid III: Profil Para
Menteri dan Wakil Menteri Baru Kabinet Prabowo
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet jilid
III dengan menghadirkan sejumlah nama baru dan pergeseran tokoh penting.
Berikut profil singkat masing-masing menteri dan wakil menteri yang dikabarkan
bakal dilantik:
1. Komjen Pol (Purn)
Ahmad Dofiri – Staf Ahli Presiden
Ahmad Dofiri adalah perwira tinggi Polri yang pernah
menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
Dikenal sebagai sosok yang tegas dan berpengalaman dalam bidang keamanan serta
intelijen. Dalam reshuffle ini, ia akan mengemban tugas baru sebagai Staf Ahli
Presiden. Sebelum dilantik, ia juga disebut akan mendapat kenaikan pangkat
kehormatan.
Partai: Tidak berafiliasi dengan
partai politik, lebih dikenal sebagai figur profesional.
2. Letjen TNI (Purn)
Djamari Chaniago – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polhukam)
Djamari Chaniago adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat
dengan rekam jejak panjang di bidang pertahanan dan keamanan. Ia pernah
menduduki sejumlah posisi strategis di tubuh TNI sebelum pensiun. Djamari
menggantikan Sjafrie Sjamsoedin yang sebelumnya menjabat Menko Polhukam ad
interim. Penunjukan Djamari menegaskan kecenderungan Presiden Prabowo
memperkuat sektor politik-keamanan dengan figur berlatar belakang militer.
Partai: Gerindra.
3. Erick Thohir –
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Erick Thohir sebelumnya menjabat sebagai Menteri BUMN sejak
era Presiden Joko Widodo. Ia dikenal sebagai pengusaha sukses, mantan pemilik
klub Inter Milan, serta Ketua Umum PSSI. Erick juga berperan penting dalam
penyelenggaraan event olahraga internasional seperti Asian Games 2018. Dalam
reshuffle ini, Erick bergeser ke kursi Menpora, posisi strategis untuk
mendorong industri olahraga dan kepemudaan di Indonesia.
Partai: Independen (non-partai).
4. Afriansyah Noor –
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker)
Afriansyah Noor adalah politisi yang sebelumnya menjabat
sebagai Wamenaker di era Presiden Jokowi. Ia kembali dipercaya mengisi kursi
yang sempat kosong setelah Immanuel Ebenezer alias Noel diberhentikan akibat
kasus korupsi. Afriansyah dikenal sebagai tokoh dengan jaringan politik luas
dan pengalaman dalam isu ketenagakerjaan.
Partai: Demokrat (sebelumnya Partai
Bulan Bintang/PBB).
5. Rohmat Marzuki –
Wakil Menteri Kehutanan
Rohmat Marzuki merupakan figur baru yang masuk kabinet
melalui pos Wakil Menteri Kehutanan. Ia sebelumnya aktif di DPRD Jawa Tengah
dan dikenal sebagai politisi yang dekat dengan isu lingkungan serta tata kelola
sumber daya alam.
Partai: Gerindra.
6. Farida Farichah –
Wakil Menteri Koperasi
Farida Farichah dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi
koperasi yang aktif mendorong penguatan UMKM dan gerakan ekonomi rakyat.
Penunjukannya sebagai Wamen Koperasi menggantikan Ferry Juliantono
memperlihatkan upaya Presiden Prabowo memperkuat sektor ekonomi berbasis
kerakyatan.
Partai: PKB.
7. Angga Raka Prabowo
– Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) berubah menjadi BKP (Badan
Komunikasi Pemerintah)
Angga Raka sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri
Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih. Dalam reshuffle ini, ia
dipercaya menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menggantikan Hasan
Nasbi. Penunjukan Angga menandai pentingnya strategi komunikasi publik di era
digital, mengingat tantangan informasi dan persepsi publik sangat menentukan
stabilitas politik pemerintahan.
Partai: Gerindra.
Kesimpulan
Reshuffle jilid III ini memperlihatkan kombinasi antara
figur senior dengan latar belakang militer dan kepolisian, tokoh politik
berpengalaman, hingga wajah baru di level wakil menteri. Pola ini menunjukkan
bahwa Presiden Prabowo berusaha menyeimbangkan kebutuhan stabilitas
politik-keamanan dengan dorongan pada sektor ekonomi kerakyatan dan komunikasi
publik.
Selain itu, terlihat jelas adanya dominasi Gerindra dalam posisi strategis,
keterlibatan Demokrat dan PKB di level wakil menteri, serta
masuknya figur independen seperti Erick Thohir. Komposisi ini diharapkan dapat
memperkuat konsolidasi politik sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan dalam
pemerintahan.
