Dulu 100 Ribu Bisa Seminggu, Sekarang Kedip Aja Udah Habis
Dulu 100 Ribu Bisa Seminggu, Sekarang
Kedip Aja Udah Habis
Pernah nggak sih kamu ngerasa dulu pegang duit Rp100 ribu
itu rasanya “wah banget”? Bisa buat jajan, bensin, bahkan masih sisa buat
traktir teman. Tapi sekarang? Baru ngedip sekali aja, duit itu udah melayang
entah ke mana.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan. Nilai Rp100 ribu memang
makin lama makin "ringan". Bukan karena kita makin boros (meskipun
kadang iya juga 😅), tapi karena harga
barang dan jasa makin naik dari tahun ke tahun.
Kenapa Bisa Cepat
Habis?
- Inflasi
Setiap tahun harga kebutuhan pokok cenderung naik. Misalnya, dulu nasi pecel cuma Rp5 ribu, sekarang bisa Rp12 ribu. Artinya, daya beli uang kita makin turun. - Gaya Hidup
Kalau dulu cukup beli es teh Rp2 ribu, sekarang nongkrong sambil ngopi bisa habis Rp25 ribu sekali duduk. Kadang bukan barangnya yang mahal, tapi gaya hidup kita yang ikut naik level. - Digitalisasi Belanja
Sekarang semua serba gampang. Mau jajan tinggal klik di aplikasi, bayar tinggal scan QRIS. Saking mudahnya, kita nggak sadar saldo di dompet digital habis lebih cepat dari isi galon air.
Belajar Ngatur Uang
Walaupun Rp100 ribu nggak "seberat" dulu, tetap
ada cara biar uang kita nggak cepat hilang:
- Catat pengeluaran harian (biar
tahu ke mana perginya uang).
- Bedakan kebutuhan & keinginan
(ngopi boleh, asal jangan tiap hari).
- Sisihkan tabungan dulu, jajan
belakangan.
Penutup
Rp100 ribu memang nggak lagi segede dulu, tapi cara kita
mengatur keuangan bisa bikin hidup lebih tenang. Ingat pepatah: bukan
seberapa besar uang yang kita pegang, tapi seberapa pintar kita mengelolanya.
