Memetik Pelajaran dari Proyek-Proyek Mangkrak: Masa Depan Infrastruktur Gresik di Persimpangan Jalan

 



Gresikbaik.my.id – Sebagai salah satu kabupaten yang terus berupaya maju di Jawa Timur, Gresik memiliki impian besar untuk pembangunan infrastruktur yang menunjang kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kerap kali kita mendengar kisah proyek-proyek besar di berbagai daerah, bahkan di tingkat nasional, yang bernasib tragis: mangkrak di tengah jalan, terhenti, atau bahkan ditinggalkan. Fenomena ini, seperti yang disoroti oleh Prof. Rhenald Kasali, bukan hanya sekadar kegagalan teknis, melainkan juga beban ekonomi dan cerminan dari tantangan kepemimpinan.

Melalui paparannya, Prof. Kasali mengajak kita melihat lebih dekat mengapa proyek-proyek bernilai triliunan rupiah ini bisa mangkrak dan apa dampaknya bagi bangsa. Pelajaran berharga ini patut kita renungkan bersama, khususnya bagi Gresik, agar pembangunan yang sedang dan akan berjalan bisa mencapai tujuannya.

Potret Proyek Mangkrak di Berbagai Penjuru Nusantara

Prof. Kasali memaparkan sejumlah contoh proyek mangkrak di Indonesia yang menjadi sorotan publik:

  • Monorel Jakarta: Tiang-tiang monorel yang kini terbengkalai di Jakarta adalah pengingat nyata sebuah impian transportasi publik yang tak kesampaian. Rencana awalnya adalah solusi untuk mengurangi kemacetan, namun kini justru menjadi 'monumen' beban ekonomi.
  • Berbagai Proyek di Daerah: Mulai dari terminal bus yang sepi, bandara yang belum ramai seperti Bandara Kertajati, hingga jalur kereta api yang ditumbuhi ilalang, bangunan pasar, dan sekolah yang tak kunjung rampung di berbagai wilayah. Prof. Kasali mencatat bahwa pergantian pemimpin daerah seringkali diiringi dengan perubahan kebijakan, membuat proyek-proyek pendahulu ditinggalkan.
  • PPLN Hambalang: Kompleks olahraga yang megah ini seharusnya menjadi kebanggaan, namun kini dikenal sebagai proyek mangkrak yang ironis.
  • Ibu Kota Nusantara (IKN): Meskipun ambisius, masa depan IKN juga menimbulkan pertanyaan. Prof. Kasali bahkan menyarankan agar fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan untuk pendidikan di wilayah Timur jika pembangunan tidak berjalan sesuai harapan.
  • Masjid Raya Al Jabbar: Masjid kebanggaan Jawa Barat ini dibangun dengan biaya besar. Namun, setelah Gubernur Ridwan Kamil lengser, proyek ini mulai dipertanyakan keberlanjutan pembiayaannya.
  • Bandara Dhoho Kediri: Dibangun oleh pihak swasta (Gudang Garam) dan diserahkan kepada pemerintah, bandara ini masih berjuang menarik minat maskapai dan kurang didukung infrastruktur penghubung.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, dukungan politik yang stabil, dan keberlanjutan kebijakan, investasi besar dapat berakhir sia-sia.

Cermin dari Dunia: Kisah Sukses dan Penuh Tantangan

Fenomena proyek mangkrak ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Prof. Kasali juga menyajikan perbandingan dari negara lain:

  • Tiongkok: Dulunya memiliki infrastruktur besar yang sepi, kini menjadi negara dengan jaringan jalan dan ekonomi yang padat berkat visi jangka panjang.
  • Sydney Opera House & Sagrada Familia: Kedua ikon arsitektur ini melewati masa-masa sulit dengan pembengkakan biaya dan perubahan politik. Namun, dengan kegigihan dan dukungan, akhirnya berhasil diselesaikan dan kini menjadi daya tarik wisata dunia.
  • Terusan Panama & Menara Eiffel: Terusan Panama mengalami skandal dan wabah penyakit, sementara Menara Eiffel sempat dianggap 'aib' dan akan dirobohkan. Keduanya akhirnya diselamatkan karena alasan strategis dan kebutuhan fungsional, lalu berkembang menjadi simbol kebanggaan dan pendorong ekonomi.
  • POSCO Korea Selatan: Pabrik baja ini dibangun di tengah tantangan finansial dan politik, namun berkat kepemimpinan yang jujur dan tegas, POSCO menjadi salah satu produsen baja terbesar dan paling efisien di dunia, mengangkat Korea Selatan dari jebakan negara berpenghasilan menengah.
  • NEOM Arab Saudi & Bendungan Tiga Ngarai Tiongkok: Bahkan proyek-proyek modern dan ambisius ini menghadapi masalah pembengkakan biaya, tantangan lingkungan, hingga pemindahan penduduk, menunjukkan kompleksitas di balik pembangunan mega-proyek.

Hikmah untuk Gresik: Mencegah Mangkrak, Merajut Masa Depan

Apa pelajaran penting dari semua kisah ini untuk Gresik?

  1. Visi Jangka Panjang dan Berkelanjutan: Proyek infrastruktur harus dirancang dengan visi jauh ke depan, melampaui masa jabatan satu pemimpin. Rencana pembangunan harus kokoh dan tidak mudah berubah karena pergantian kepemimpinan.
  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Bau-bau korupsi yang kerap muncul dalam proyek mangkrak menjadi momok yang harus dihindari. Transparansi dalam penganggaran dan pelaksanaan harus menjadi prioritas utama.
  3. Memaksimalkan yang Ada: Sebelum terlalu bersemangat membangun yang baru, evaluasi dan revitalisasi proyek-proyek yang sudah ada namun belum optimal adalah langkah bijak. Menghidupkan kembali aset yang terbengkalai jauh lebih efisien daripada membangun dari nol.
  4. Keterlibatan Publik dan Stakeholder: Masyarakat, akademisi, dan sektor swasta harus dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pengawasan proyek. Dukungan dan kepemilikan dari berbagai pihak akan memastikan keberlanjutan.
  5. Kepemimpinan yang Berani dan Jujur: Seperti kisah POSCO, dibutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, berani mengambil keputusan sulit demi kepentingan bangsa, dan tidak gentar menghadapi tekanan politik atau godaan korupsi.

Bagi Gresik, proyek-proyek infrastruktur adalah tulang punggung kemajuan. Mari kita belajar dari pengalaman pahit maupun manis di belahan dunia lain. Dengan perencanaan yang matang, komitmen yang kuat, dan integritas yang tinggi, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan di Gresik akan memberikan manfaat maksimal dan menjadi warisan kebanggaan bagi generasi mendatang, bukan sekadar cerita tentang proyek mangkrak.