Jokowi Sebut Purbaya Beda Mazhab dengan Sri Mulyani, Pasar Positif Sambut Menkeu Baru
Jokowi Sebut Purbaya Beda Mazhab dengan Sri Mulyani, Pasar Positif Sambut Menkeu Baru
Gresikbaik.my.id
– Presiden Joko Widodo menyebut Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, memiliki mazhab ekonomi yang berbeda
dengan Sri Mulyani Indrawati.
Penegasan ini disampaikan usai Purbaya resmi menggantikan Sri Mulyani pada awal
September 2025.
Jokowi: Purbaya
Sangat Bagus, Mazhab Berbeda dengan Sri Mulyani
Jokowi menilai penunjukan Purbaya sebagai Menkeu akan
membawa warna baru bagi kebijakan fiskal Indonesia.
“Bagus. Saya kenal baik dengan Pak Purbaya, sangat bagus.
Mazhabnya memang berbeda dengan Bu Sri Mulyani,” kata Jokowi di Solo, Jumat
(12/9).
Pasar Merespons
Positif, IHSG Naik dan Rupiah Menguat
Pasar modal dan valuta asing memberi respons positif atas
pergantian menteri keuangan. Data perdagangan Jumat sore (12/9) mencatat:
- IHSG naik 1,37 persen ke level 7.854
- Rupiah menguat ke Rp15.180 per dolar
AS setelah sempat melemah di awal pekan
Menurut Jokowi, hal ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan
investor terhadap Indonesia kembali pulih. “Kalau pasar menerima artinya
investor percaya, aliran uang akan kembali masuk ke negara kita,” ujarnya.
Mazhab Ekonomi: Sri
Mulyani vs Purbaya
Pergantian menkeu ini sekaligus menandai perbedaan
pendekatan kebijakan:
- Sri Mulyani (Mazhab Konservatif):
Fokus pada disiplin fiskal, menjaga defisit dan utang tetap terkendali, serta mengutamakan stabilitas makro. Pendekatannya hati-hati, sehingga sering muncul sisa anggaran lebih (SAL) karena belanja negara berjalan lambat. - Purbaya Yudhi Sadewa (Mazhab
Ekspansif):
Lebih agresif menggunakan anggaran negara untuk mendorong pertumbuhan. Tidak ingin ada dana menganggur, dan siap menggelontorkan belanja agar ekonomi bergerak cepat. Salah satunya dengan kebijakan memindahkan dana Rp200 triliun ke bank BUMN untuk memperbesar penyaluran kredit.
Perbedaan mazhab ini dipandang akan memengaruhi arah
kebijakan fiskal Indonesia ke depan, dari pola konservatif menuju strategi
ekspansif.
Purbaya Fokus Gas
Belanja APBN 2025
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan akan memaksimalkan
belanja pemerintah agar tidak ada lagi sisa anggaran lebih.
“Menteri Keuangan akan menunjang seluruh program percepatan
ini semaksimal mungkin. Saya inginkan nanti di akhir tahun semua uang yang kita
punya bisa dipakai secara efektif,” jelasnya.
Aturan Baru: KMK No.
276 Tahun 2025
Kebijakan penempatan dana tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276
Tahun 2025 yang berlaku mulai 12 September 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya
sebagai Menkeu pada Senin (8/9) menggantikan Sri Mulyani yang telah lama
menjabat sejak era Jokowi.
